Blog ini masih tetep di isi kok
Yang masih sering dateng ke sini tenang aja… masih terus diupload artikel2 menarik di sini karena untuk SEO (search engine optimizer) atau untuk backlink ke www.pmkfkub.com.
Oya, ini lagi nyiapin file2 ebook medical yang bisa tmn2 donlot. Ama ntr kalo ada koleksi video dan software2 kedokteran. Aku sih ada cm dlm bentuk DVD. Ntr deh aku posting software2 dan ebook kedokterannya.
Rencananya nanti jg akan diupload soal2 UKDI kemarin, ini untuk belajar aja nyiapin tes UKDI. Juga diupload soal2 ujian UTS maupun UAS spy bs langsung diakses di sini.
Jangan lupa untuk berkunjung di forum.pmkfkub.com krn di sana kita bisa sharing apapun juga.
GBU all
Filed under: Share | Leave a Comment
Tags: Blog, forum, soal, ujian
Minggu lalu buru2 beli domain dan hosting buat www.pmkfkub.com. Nah, ternyata lumayan susah juga ngotak-ngatik joomla cz saya masih newbie dlm webmaster. Masih enakan pake blog wordpress spt www.adabisnis.com atau jg pmkfkub.wordpress.com — lebih gampang pengelolaannya, ga ribet. Untuk sementara masih cari ide mau dikemanain www.pmkfkub.com arahnya, cs udah beli mahal2 hosting dan domainnya (5 Giga space). So, bagi tmn2 yg pny ide, tlong dunk kasih ide….
Filed under: Pengumuman, Share | Leave a Comment
Tags: domain, hosting, Pengumuman, Share
Jangan Berhenti Berbuat Baik

Dia hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri di pinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.
Walaupun dengan wajah tersenyum wanita tua itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya. Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?
Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita tua itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tahu apa yang ia
pikirkan. Lelaki itu berkata “Saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu di dalam mobil bukankah di sana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan…”
Yach memang dia sudah terlalu lelah apalagi untuk wanita setua dirinya, hal ini benar-benar terasa berat. Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita tua itu untuk memperbaiki yang rusak.
Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita tua itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya. Ia berkata bahwa ia dari St Louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Wanita tua itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya.
Bryan hanya tersenyum. Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.
Ia berkata kepada wanita tua itu : “Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, suatu saat nanti apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut … dan ingatlah pada saya”. Bryan menunggu sampai wanita tua itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.
Setelah berjalan beberapa mil wanita tua itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Seorang pelayan wanita datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita tua itu memperhatikan bahwa sang pelayan sedang hamil, dan ia masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan.
Setelah wanita tua itu selesai makan dan sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita tua itu pergi keluar secara diam-diam.
Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita tua itu pergi, lalu ia menemukan secarik kertas di atas meja dan uang $1000. Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita tua itu : “Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan : “Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang”.
Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang ditulis oleh wanita tua itu. Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran bayinya?
Ia tahu bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan kecupan yang lembut sambil berbisik : “Semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan”.
Segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar. Namun ingatlah satu hal : “Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik”
Filed under: Renungan | Leave a Comment
Tags: inspirational story, kebaikan
Kebaikan Yang Tak Terlihat

Suatu sore seorang suami yang sedang duduk santai di rumahnya sambil membaca koran, dikejutkan oleh istrinya yang tiba-tiba masuk setelah pulang dari pusat kota. Segera sang istri berkata pada suaminya, “Sayang, bagaimana jika kita menukarkan mobil kita dengan sebuah minibus Mazda?” “Hmmmh,” gumam suaminya itu. “Tapi mobil minibus sangat bagus dan sesuai dengan keperluan kita,” timpal istrinya lagi. Si suami dengan tak sabar berkata, “Mazda tidak membuat minibus.” Ia mengatakannya karena memang selama ini merasa ia tidak pernah melihat minibus dengan merk Mazda. “Tapi Mazda memang mengeluarkan minibus, dan saya sangat menyukainya.”
Akhirnya mereka memutuskan pergi ke pusat kota untuk melihat mobil yang dimaksud, selama di perjalanan mereka tidak kurang dari enam buah mobil minibus Mazda berpapasan dengan mobil mereka, dan setiap kali juga dengan senyum kemenangan si istri selalu menunjukkan bahwa Mazda memang membuat minibus.
Sama dengan kita, sebenarnya dalam rekan kerja kita banyak sekali hal baik yang bisa memberikan pandangan positif mengenai lingkungan kerja kita di dalam segala aspeknya. Jika kita sungguh-sungguh mencarinya dengan seksama barulah kita sadari kebaikan bertaburan di segala tempat. Sebagai contoh misalnya kebaikan rekan-rekan kita ada di mana-mana, tapi karena sikap acuh dan karena tidak mencarinya yang kadang menyebabkan kita tidak melihatnya bahkan cenderung tidak puas terhadap rekan-rekan kerja.
Jadi, mulailah mencari mutiara-mutiara kebaikan dari rekan-rekan kita, hal ini akan menambahkan keindahan pada hari-hari kerja yang kita lalui. (Jawaban.com)
Tuhan mengirimkan kebaikan setiap hari, temukanlah kebaikan tersebut di sekitar Anda.
Filed under: Renungan | Leave a Comment
Tags: kebaikan, rekan kerja, Renungan
Memberi Tanpa Pertimbangan

Cobalah untuk mengawali suatu hari Anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata Anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah Anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi dengan suara yang memekakkan telinga. Atau, Anda sedang berada dalam mobilk ber-AC yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat Anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keeping pada mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian Anda. Bukankah tak seorangpun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini Anda hanya sedang ‘berlatih’ memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan Anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau Berlian yang Anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.
Filed under: Renungan | Leave a Comment
Tags: kasih, kasih sayang, memberi, pengemis
Jika kamu browsing dengan hotspot kampus, seumpama nih di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, dan ternyata beberapa website diblok, nih cara mudah. Cukup masuk di http://ibypass.com terus masukin aja alamat websitenya, misal www.friendster.com
Atau bisa juga kamu masuk www.gampangsekali.co.cc untuk membuka friendster.
Ada tips lagi, yaitu dengan membuka ibypass terus masukin url / alamat website kamu. Setelah website itu terbuka lalu kamu copy url hasil forwarding tadi. Misal http://ibypass.com/browse.php?u=Oi8vd3d3LmZyaWVuZHN0ZXIuY29t&b=0
Terus kemudian masuk aja di co.cc
Kemudian coba buat domain kamu sendiri, setup domain yang kamu tuju. Beres deh. Jika ada kesulitan hubungin YM saya : my_val@yahoo.com. Atau tinggalkan komentar di bawah ini.
Filed under: Internet | 1 Comment
Tags: admin, block, domain free, domain gratis, hotspot, Internet, rahasia, Tips, trik
Tentang PANUM (Kepanitraan Umum)
PANUM (kepanitraan umum) adalah pelatihan skill pra klinik bagi mahasiswa SKed yang akan memasuki kepanitraan madya (Koas/dokter muda). Diadakan selama 40 hari di lab skill lantai 1 dan 3 Gedung Graha Medika (Gramed) Fakultas Kedokteran Unibraw. Kegiatan ini diadakan mulai tahun lalu. Kurikulum yang digunakan adalah berdasar Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang disusun oleh KKI (KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA) tahun 2006. Materinya antara lain :
|
Pengantar |
|
Komunikasi |
|
Komunikasi |
|
History Taking |
|
History Taking |
|
Ped-exm |
|
Ped-exm |
|
Psychi-exm |
|
Psychi-exm |
|
Head |
|
Thorak |
|
Abd-G-Ext |
|
GS-VS |
|
Muskulo |
|
Muskulo |
|
THT |
|
THT |
|
Neuro |
|
Neuro |
|
Farmakoterapi |
|
Farmakoterapi |
|
Mata |
|
Mata |
|
BSS |
|
BSS |
|
Dx-EKG |
|
Dx-Lab |
|
Dermatolog |
|
Radiologi |
|
Obgin |
|
Obgin |
|
Obgin |
|
Obgin |
|
BLS |
|
BLS |
|
BLS |
|
BLS |
|
Put it all together |
|
OSCE |
|
Ujian ulang OSCE |
|
Penutupan |
Filed under: Kedokteran | 1 Comment
Tags: dokter, dokter muda, Kedokteran, klinik
Patch Adams
Genre: Comedy, Drama,
Duration: 1 hr. 50 min.
Starring: Robin Williams, Monica Potter, Bob Gunton, Peter Coyote, Daniel London,
Director: Tom Shadyac.
Producer: Mike Farrell, Charles J. Newirth, Barry Kemp, Marvin Minoff and Michael Farrell.
Distributor: Universal Pictures
Release Date: December 25, 1998
Writer: Steve Oedekerk.
Synopsis
The true story of Patch Adams, an aspiring doctor in the 1970’s who attempted to treat his patients with a medicine that modern science had totally disregarded: humor. While his patients and fellow staff members appreciated and admired his approach, the powers-that-be frowned upon his ‘unschooled’ methods and did their best to keep him from prescribing giggles and laughs as a remedy for malaises.
by: Steve Rhodes
“It is our mission to ruthlessly train the humanity out of you and make you something better,” Dean Walcott (Bob Gunton) lectures his new medical students. “We’re going to make doctors out of you.” To those of you who believe that a medical school dean would actually brag at orientation that his school’s goal is to train the humanity out of its students, this movie should be dedicated.
Although based on a true story, as the movie reminds us, the preachy and overlong film stretches credulity at every turn. Robin Williams, at his worst as Hunter “Patch” Adams, plays a man who late in life decides to go to medical school so he can “connect” with people. Spending his time making jokes in order to help his desperately sick patients, he never studies yet manages to make almost the best grades in the entire class.
As directed by Tom Shadyac and written by Steve Oedekerk, who worked together on the recent remake of THE NUTTY PROFESSOR, the movie should come complete with two warnings. First, the FDA should serve notice to the audience. Although the agency knows that the ingestion of large quantities of artificial sweeteners can kill lab rats, the effect on audiences of such a sickeningly sweet script have not been tested.
Second, parents should be on notice that the film, quite unlike its happy trailers, is full of death and dying. We have patients shown in the final spasms of death, dying before our eyes. The realism is more than one might expect from the film’s marketing and its PG-13 rating. Parents, as they did in the foul-mouthed THE NUTTY PROFESSOR by the same team, may find some of the humor and language questionable for preteens. Jokes about masturbation and gynecologist’s stirrups are just a few of the movie’s questionable inclusions that may surprise parents expecting lighter fare.
Patch is a philosopher who constantly treats us to his schmaltzy theories. The syrupy script feeds him lines that sound more like readings than conversations. (“If we want to be a doctor, we must treat the patient as well as the disease.”) The nefarious dean gets the worst of the cliched lines. (“Patients don’t need to be entertained! Patients don’t need a friend! They need a doctor!”)
The movie, heavy on messages, has as a basic theme that it isn’t the drugs and the operations that will save your life. What you need is a feel-good doctor. And if he doesn’t cure you, at least you’ll die a little bit happier.
Putting bedpans on his head and feet, Patch dances around the room to cheer up a group of desperately ill children. These bald, cancer-stricken kids are genuine and cute, the only such characters in the story.
The movie lets Robin cut up for no reason other than getting some cheap laughs. He impersonates a beef producer at a convention. At the podium, he shouts “Eat cow!” to the cheering audience of conventioneers. What — you may ask — is this scene doing in this movie?
Robin Williams is a comedic genius but one who is desperate need of a stronger-willed agent, an agent who will insist Williams avoid films like PATCH ADAMS and FATHER’S DAY.
The manipulative story ends in a tearjerker followed by the canonical, big confrontation scene in which Patch takes on the medical establishment. Going up against a large board of old fogies who look like they are conducting the Spanish Inquisition, Patch lectures them pedantically on the precise meaning of the word “doctor.” Want to place any bets on the winner?
Movies like PATCH ADAMS need aids to help you through it. When you have trouble falling asleep, you count sheep. In order to stay awake in PATCH ADAMS, try to count the number of outlandish shirts Patch wears. It almost seems that he manages to wear more shirts than there are scenes in the movie. There may be other survival tricks, but, hopefully, this one will suffice.
PATCH ADAMS runs too long at 1:55. It is rated PG-13 for frightening scenes of death and dying, profanity and crude humor and would be acceptable for kids over 12. (We took two 9 year olds expecting a film more like the trailer.)
My son Jeffrey, age 9, was bored and upset by the film, giving it only * ½. He liked some of the humor such as the invisible squirrels’ scene. He didn’t like the “bad words” and complained that the movie was way too sad. His friend Alan, age 9, liked the way the film was “funny and disgusting” but thought it was too sad. He generously gave it ***.
Email: Steve.Rhodes@InternetReviews.com Web: www.InternetReviews.com
Filed under: Film Review, Kedokteran | Leave a Comment
Tags: Film Review, medical film review, true story
Domain Baru Website ini
Berhubung selama ini kami masih mencarikan domain yang mudah diingat untuk website ini akhirnya kami putuskan untuk mengganti domainnya menjadi : pmkfk.co.cc
cc adalah singkatan dari christian community. he3… becanda!
cc adalah kode untuk korea spt misalnya di indonesia adalah “id”, misal name.co.id.
Beri tau yang lainnya tentang perubahan domain ini. Thx
Filed under: Pengumuman | Leave a Comment
Tags: Internet, Pengumuman
Entri Terkini
- Blog ini masih tetep di isi kok
- Natal sebentar lagi
- Pengumuman : www.pmkfkub.com msh dalam rekontruksi
- Jangan Berhenti Berbuat Baik
- Kebaikan Yang Tak Terlihat
- Memberi Tanpa Pertimbangan
- Tips untuk membuka friendster jika diblok oleh admin hotspot
- Tentang PANUM (Kepanitraan Umum)
- Medical Film Review : Patch Adams (True Story)
- Domain Baru Website ini
- Youth Camp Se-Jatim :: Spirit Of Warrior
Kategori
- Event (1)
- Film Review (1)
- Foto (1)
- Internet (1)
- Kedokteran (3)
- Kesehatan (5)
- Nutrisi (2)
- Pengumuman (3)
- Pengurus (1)
- Renungan (3)
- Share (5)
- Teaching (1)
- Upload artikel (1)











